Yerussalem, Konflik Muktikultural Yang Kembali Berkibar di Gulf Country

No Comments
Yerussalem

Konflik yang akan selalu dihindari oleh banyak negara adalah konflik kultural, Konflik yang satu ini memang merupakan konflik yang sensitif dari sekian banyak jenis konflik yang memungkinkan terjadi pada sebuah wilayah, Konflik kultural, Konflik Muktikultural dan konflik agama adakah hal yang patut diwaspadai. Ketiga konflik tersebut adalah konflik yang memiliki jalan penyelesaian yang sangat rumit dan sulit. Agama dan juga sebuah kepercayaan seperti budaya adalah hal yang diyakini secara penuh dan menjadi isu yang sangat sensitif dan sangat rentan terhadap kemunculan konflik. Bahkan konflik yang disebabkan oleh kedua hal tersebut memiliki potensi untuk menjadi konflik yang luas dan tidak dapat terselesaikan.
Hal ini adalah cerminan dari konflik yang terjadi di area gulf country atau daratan Timur tengah, Konflik yang telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, telah memakan banyak korban jiwa dan juga mengakibatkan sebuah kerugian baik dari segi finansial, segi pembangunan dan segi kemanusiaan. Dan konflik tersebut adalah konflik yang berkaitan dengan isu agama, kepercayaan dan budaya yaitu konflik yang terjadi di antara Israel dan Palestina. Konflik yang dialami oleh kedua negara tersebut bukan konflik yang asing lagi terhadap agen bola terpercaya bahkan telah menjadi salah satu konflik global. Permasalahan utama yang terjadi diantara kedua wilayah ini adalah kepercayaan yang berbeda, antara nasrani dan juga muslim, perbedaan budaya dan gaya pandang tentang kepemilikan wilayah yang menjadi konflik dasar. Israel yang mempercayai bahwa taun Palestina adalah tanah dari nenek moyang mereka, sedangkan Palestina tentu tidak akan semudah itu melepaskan wilayah negara mereka. Konflik ini merupakan konflik yang paling rentan yang terjadi di wilayah gulf country. Namun selama beberapa waktu konflik ini dapat diredakan dengan keberadaan yerussalem yang merupakan wilayah yang dibangun dengan keragaman Muktikultural. Namun kedamaian semu yang dirancang tersebut terancam dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem yang artinya mengobarkan kembali perang yang ada karena tentu Palestina adalah pihak yang akan dirugikan oleh keputusan tersebut. Karena keputusan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat adalah keputusan yang hanya menguntungkan satu pihak dan hal tersebut adalah ancaman terjadinya konflik Muktikultural yang lebih besar di wilayah gulf country. Ada banyak alasan lainnya seperti pemindahan tersebut tidak sesuai dengan prosedur internasional, Amerika Serikat terlalu berpihak pada Israel dan juga tidak adanya keadilan bagi masyarakat Palestina. Hingga rasanya wajar jika keputusan tersebut ditentang oleh wilayah yang ada di timur tengah.
Dengan kata lain ada banyak alasan utama yang dimiliki dan menjadi dasar penolakan terhadap keputusan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke yerussalem. Salah satu alasan yang paling utama adalah keputusan tersebut dapat mengakibatkan konflik Muktikultural pada wilayah gulf country.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *